Sabtu, 06 November 2010

Laporan Mikroskop


1.      PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang

Anthony Van Leeuwenhoek adalah orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana. Mikroskop berasal dari kata “mikro” yang berarti kecil dan “scopium” yang berarti penglihatan. Berarti mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop pada umumnya trediri dar 2 lensa yaitu sebagi lensa objektif (dekat dengan benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata). Baik lensa objektif maupun lensa okuler dirancang untuk pembesaran yang berbeda. Adapun macam mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium adalah mikroskop binokuler (bino : dua, oculus : mata) (Anonymuos, 2010).

1.2.   Maksud dan Tujuan

Maksud dari praktikum biologi dasar tentang penggunanaan mikroskop ini adalah untuk memperkenalkan mikroskop binokuler, cara penggunanaan dan pemeliharaan serta cara pembuatan preparat.
Tujuan dari praktikum biologi dasar tentang penggunaan mikroskop ini adalah agar praktikan dapat menggunakan mikroskop dengan baik dan benar.

1.3.   Waktu dan Tempat
Praktikum biologi dasar tentang penggunaan mikroskop ini dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 1 oktober 2010 pukul 16.45 – 18.15 WIB yang bertempat di laboratorium Ilmu-Ilmu Perairan (IIP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang.
             


2.      TINJAUAN PUSTAKA
2.1.   Pengertian Mikroskop

Karena panca indera manusia memiliki kemampuan yang terbatas, banyak masalah mengenai organisme yang dipecahkannya hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat. Alat yang digunakan adalah mikroskop (mikro : kecil, scopium  : penglihatan) yang memungkinkan seseorang agar dapat mengamati objek (latin : objektum = sesuatu sesuatu yang diketengahkan) dan gerakan yang sangat halus sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang (anonymous, 2008).
Sebuah objek terlihat lebih besar atau lebih kecil tergantung jarak dari mata kita. Tetapi ketika sesuatu terlihat lebih dekat dari mata kita sekitar 10 inci (25 cm) kita tidak dapat melihat lama – lama karena kita tidak bias focus pada benda tersebut. Jika mata mempunyai kekuatan daya akomodasi tidak terbatas. Kita tidak butuh mikroskop, kita mungkin akan membawa objek lebih dekat kemata kita, untuk melihat dengan jelas. Cara mengatasi keterbatasan akomadasi dapat meletakkan sebuah lensa didepan mata kita (the encyclopedia, 1829).

2.2.   Macam – macam Mikroskop

1.      Mikroskop Cahaya

Mikroskop memiliki perbesaran maksimal 1000X, mikroskop memiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tuga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan lensa kondensor.

2.      Mikroskop Stereo

Merupakan jenis mikroskop yang hanya bias digunakan untuk benda yang berukura relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang di amati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya.

3.      Mikroskop Elektron

Mikroskop electron adalah mikrokop yang mampu melakukan perbasar objek 2 juta kali yang menggunakan electron static dan elektromagnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan perbesar objek serta revolusi yang lebih bagus daripada mikroskop cahaya.

4.      Mikroskop Ultraviolet

Adalah suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultraviolet untuk pencahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop cahaya.

5.      Mikroskop Pender

Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau antigen dalam jaringan. Dalam teknik ini protein antibody yang khas mula – mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkain atau dikonjungsi dengan pewarna pendar.

6.      Mikroskop Medan – Gelap

Digunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya mikroskop majemuk. Mikrokop medan gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut tampa berkas cahaya yang masuk.

7.      Mikroskop Fase Kontras

Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam keadaan alamiahnya. Tidak diberi warna dalam keadaan hidup, namun pada gaibnya fragma benda hidup yang mikroskopik (jaringan hewan dan bakteri) (Anonymous, 2010).















3.      METODOLOGI
3.1.   Alat – Alat

·         Mikroskop Binokuler
Fungsi : Untuk mengamati objek yang berukuran sangat kecil
              yang tidak terlihat dengan mata telanjang.
·         Objek Glass
Fungsi : Tempat meletakkan objek yang akan diamati.
·         Cover Glass
Fungsi : Untuk menutup objek yang akan diamati yang ada di
              objek glass.
·         Gunting
Fungsi : Untuk memotong kertas koran sebagai objek yang
              akan diamati.
·         Pinset
Fungsi : Untuk mengambil bahan yang sulit di ambil dengan
              tangan.
·         Pipet Tetes
Fungsi : Untuk mengambil bahan praktikum yang berupa
              cairan/larutan dalam jumalh yang sedikit yaitu
              aquadest.
·         Kamera (Digital/HP)
Fungsi : Untuk mengambil gambar hasil pengamatan di
              mikroskop.
·         Beaker Glass
Fungsi : Sebagai wadah larutan.
·         Nampan
Fungsi : Sebagai tempat untuk meletakkan alat – alat dan
              bahan – bahan yang akan digunakan.

3.2.   Bahan – bahan

·         Tissue
Fungsi : Untuk membersihkan alat dan bahan yang telah
              digunakan.
·         Aquadest
Fungsi : Untuk memperjelas objek yang akan diamati yaitu
              kertas koran.
·         Potongan Kertas Koran
Fungsi : Sebagai objek yang akan diamati.



3.3.   Skama Kerja
Disiapkan mikroskop
Disipkan objek yang akan diamati
Diamati di mikroskop
Hasil
Kertas koran
Disipkan
Digunting satu huruf
Diletakkan diatas objek glass
Ditetesi aquadest
Ditutup dengan cover glass
Diletakkan diatas meja preparat




4.      PEMBAHASAN

4.1.   Data Hasil Pengamatan
4.1.A. Gambar Mikroskop dan Bagian – bagiannya.

                                                                                                                
                                                                    Lensa Okuler
                                            
                                                               Pegangan
                                                              Revolver
                                                                     Lensa Objektif

                                                                     Meja Preparat
                                                                                           Pengatur Kasar
                                                                           Pengatur Halus
                                                                           Kondeksor
                                                                           Diafragma
                                                                           Tombol on/off
                                                                           Kaki Penyangga
Bagian – bagian Mikroskop
·         Lensa Okuler             : Untuk meneruskan bayangan yang dihasilkan
  oleh lensa objek.
·         Penyangga                 : Sebagai pegangan agar mikroskop dapat
  dipindahkan.
·         Revolver                    : Mengatur perbesaran pada lensa objektif.
·         Lensa objektif            : Memperbesar bayangan dihasilkan oleh benda
                          4X, 10X, 40X, 100X.
·         Penjepit                       : Untuk menjepit preparat.
·         Meja preparat              : Meletakkan preparat yang akan diamati.
·         Kondensor                  : Mengumpulkan cahaya yang masuk.
·         Difragma                     : Mengatur sedikitnya cahaya yang masuk.
·         Kaki mikroskop           : Penyangga mikroskop.
·         Tombol on/off             : Menghidup/matikan mikroskop.
·         Pengatur halus             : Memperjelas bayangan yang diamati.
·         Pengatur kasar             : Menaik turunkan meja preparat.

4.1.B. Gambar Potongan Koran
aa                 



           Sifat bayangan yang dihasilkan adalah maya, tegak, dan diperbesar.

4.2.   Analisa Prosedur

Pertama – pertama disiapkan alat dan bahan berupa mikroskop, objek glass, cover glass, beaker glass, gunting, pinset, pipet, kamera, aquadest, tissue, dan pototongan kertas koran. Pegang mikroskop dengan cara lengan mikroskop dipegang dengan satu tangan secar erat, setelah itu tangan yang lain meyangga atau memegang kaki mikroskop. Lalu mikroskop diletakkan diatas meja secara perlahan dan lengannya mengarah ke tempat duduk praktikan, pastikan meja objek juga mengarah ke tempat yang berlawanan. Setelah itu, siapkan objek yang akan diamati dengan kertas koran diatas objek glass, kemudian tutup objek glass tersebut dengan cover glass dengan kemiringan 45  agar tidak terjadi gelembung udara. Tetapi sebelum bahan atau objek yang berupa potongan kertas koran ditutup dengan cover glass diberi sedikit aquadest untuk merekatkan bahan dengan objek glass dan agar terlihat lebih jelas jika diamati dengan mikroskop. Apabila ada gelembung udara maka bahan atau potongan kertas koran yang diamati tidak akan terlihat jelas pada pengamatan di mikroskop dan kita harus mengulanginya.



4.3.   Analisa Hasil

Dari percobaan yang telah dilakukan pada praktikum mengenai mikroskop, adapun analisa hasilnya yaitu bayangan yang terjadi di mikroskop sebagai berikut : Maya, terbalik, dan diperbesar 400X. Jadi dari data hasil percobaan yang telah dilakukan adalah benar dan sama seperti literature.





5.      PENUTUP

5.1.   Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan :
1.      Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati suatu organisme yang berukuran sangat kecil.
2.      Mikroskop mempunyai 2 lensa yaitu lensa objektif dan lensa okuler.
3.      Macam – macam mikroskop
·         Mikroskop Cahaya
·         Mikroskop Electron
·         Mikroskop Pender
·         Mikroskop Stereo
·         Mikroskop Ultraviolet
·         Mikroskop Medan – gelap
·         Mikroskop Fase kontras
4.      Dari data yang dihasilkan , bayangan yang dihasilkan mikroskop adalah maya, terbalik, dan diperbesar.


5.2.   Saran

Untuk menghindari kesalahan pada waktu praktikum kita harus memperhatikan dengan baik dan benar serta bersikap tertib pada waktu pratikum berlangsung. Pratikan juga harus aktif bertanya kepada asisten apabila ada yang belum dimengerti.



DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2010.id. Wikipedia. Org/wiki/bagian – bagian mikroskop.
Anonymous,I. 1984. Biologi umum. Ganesa expect : Bandung.
Cara membuat kalfiber. Blogspot.com/2002/02.mikroskop.html. diakses tanggal 1 
            oktober 2010.
Ensiklopedia oxford. 1982. Listrik origami. PT. Widya Dara. AS.
Grolier and carporate. 1829. M. Ichrophotography – microscope Danbury. As.
Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan sel F.k UNLAM : Banjar Baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar